PENENTUAN KOMPONEN KRITIS FURNACE DAN HEAT EXCHANGER PADA CRUDE DESTILLATION UNIT MENGGUNAKAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS
Keywords:
FMEA, furnace, heat exchanger, identifikasi bahaya, komponen kritisAbstract
Kilang minyak menjadi salah satu fasilitas industri yang sangat kompleks karena memiliki berbagai jenis peralatan proses dan fasilitas pendukungnya, termasuk Crude Destillation Unit (CDU). Salah satu kilang di Indonesia, yang menjadi objek penelitian ini, adalah kilang milik Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu. Terjadinya kerusakan atau kegagalan dalam satu fungsi dari unit yang ada pada CDU akan berdampak pada kinerja kilang. Sehingga diperlukan tindakan-tindakan identifikasi potensi bahaya yang ada untuk mengetahui kemungkinan bahaya yang menimbulkan high risk dari CDU. Failure mode and effect analysis (FMEA) digunakan sebagai salah satu pendekatan yang umum untuk menganalisis risiko kerusakan yang berguna untuk mengetahui penyebab kerusakan dan menghasilkan pencegahan terjadinya kerusakan. Komponen dari furnace dan heat exchanger pada CDU diidentifikasi mode kegagalannya dan didapatkan nilai Risk Priority Number (RPN)-nya. Persentase komulatif dari RPN kemudian disajikan dalam diagram Pareto untuk menentukan komponen kritis. Hasil anailis menunjukkan bahwa furnace memiliki dua komponen kritis, yaitu tube furnace dan tube support. Untuk heat exchanger, terdapat dua komponen kritis yaitu tube heat exchangerdan drain connection.